mual saat hamil

4 Cara Menghitung Usia Kehamilan Paling Akurat

Bagi calon ibu muda yang pertama kali mengalami kehamilan, tentunya masih bingung perihal cara menghitung usia kehamilan. Padahal, mengetahui usia janin sangat penting untuk menjaga kesehatannya. Terlebih, saat usia kandungan sudah mencapai trimester keempat, segala tetek bengek persiapan kelahiran harus dipenuhi.

Banyak orang yang memutuskan untuk menghitung usia kehamilan dengan alat berteknologi canggih. Akan tetapi, cara tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Anda juga harus pergi ke dokter kandungan untuk melakukan penghitungan.

Sebenarnya, cara menghitung usia kehamilan bisa Anda lakukan sendiri lho! Nah, setidaknya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung usia janin :

  • Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Kalender

Metode yang satu ini mengacu pada HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Metode ini bisa digunakan untuk menentukan usia kehamilan serta memperkirakan HPL atau Hari Perkiraan Lahir. Nah, HPHT ini, dihitung sebagai hari pertama berlangsungnya kehamilan.

Dokter berasumsi bahwa pembuahan terjadi pada hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Dengan acuan HPHT, dokter akan menghitung berapa usia janin. Akan tetapi, kekurangan dari metode ini adalah banyak wanita yang tidak ingat akan hari pertama menstruasi terakhirnya. Terlebih, waktu ovulasi setiap wanita berbeda-beda. Apalagi, jika wanita tersebut memiliki siklus haid yang cenderung tidak teratur.

Jika siklus menstruasi yang dialami teratur (per-28 hari), Anda bisa menghitung HPL dengan Rumus Neagele.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

(Tanggal HPHT + 7), (Bulan saat haid terakhir – 3), (Tahun haid terakhir + 1)

Contoh : hari terakhir menstruasi Rima adalah 23 Desember 2018, maka HPL-nya adalah:

(23 + 7), (12 – 3), (2018 + 1) = 30 – 9 – 2019

Jadi, HPL Rima adalah 30 September 2018. Khusu untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3 silahkan tambahkan dengan angka 9 (Januari – Maret).

  • Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan USG

Untuk pemeriksaan usia kehamilan yang lebih akurat, Anda bisa pergi ke dokter kandungan dan melakukan USG atau Ultrasonografi. Tingkat akurasinya mencapai 95%. Pemeriksaan USG ada beberapa macam, yaitu 2 dimensi, 3 dimensi dan 4 dimensi. Sedangkan metode yang dilakukan ada dua macam, yaitu USG transabdominal dan USG transvaginal.

Selain memeriksa HPL dan usia kehamilan, USG juga bisa mendeteksi diameter kantung kehamilan, mengukur panjang janin, dan mengukur lingkar kepala janin. Dengan pergi ke dokter kandungan, Anda juga bisa memeriksakan kondisi kehamilan. Apakah ada keluhan seperti mual saat hamil.

  • Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Kalkulator Kehamilan

Metode yang satu ini sangat mudah untuk dilakukan. Tidak repot menghitung dan sangat praktis. Anda tinggal mendownload aplikasi kalkulator kehamilan di Google PlayStore. Selain itu, Anda juga bisa mengecek kalkulator kehamilan secara online di website tertentu.

Anda tinggal memasukkan HPHT (hari pertama haid terakhir) dan juga siklus haid Anda. Setelah itu, sistem akan menghitungnya secara otomatis. Tampilan hasil perhitungan pun akan muncul.

  • Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Sistem Fundus Uteri

Fundus uteri adalah nama lain dari puncak rahim. Usia kehamilan yang semakin matang akan mengakibatkan perkembangan janin yang lebih cepat. Sehingga, puncak rahim juga akan meninggi.

Cara menghitung usia kehamilan juga bisa menggunakan sistem fundus uteri ini. langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Rabalah puncak rahim yang menonjol
  • Hitung jarak dari tulang kemaluan hingga puncak rahim
  • Bandingkanlah jarak tersebut dengan patokan standar.

Apapun metode yang dipilih tentu memiliki kekurangn dan kelebihan masing-masing. Yang terpenting, Anda harus rutin memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan ataupun dokter kandungan selama kehamilan. Jika terdapat keluhan, Anda bisa berkonsultasi secara langsung. 

Baca Juga :  Inovasi Perawatan Gigi: Sikat Gigi Bayi 360 Derajat

About the author